Berita TerkiniKolaka TimurPendidikan

SMP Negeri 2 Poli-Polia Terima Bantuan Revitalisasi Rp520 Juta, Empat Ruang Kelas Direhabilitasi

KOLTIM, Prima Nusantara – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Poli-Polia, yang terletak di Desa Andowengga, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, mendapat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat dengan nilai anggaran lebih dari Rp520 juta.

Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah, terutama ruang kelas dan sarana sanitasi, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Kepala SMP Negeri 2 Poli-Polia, Hustian, S.Pd., mengatakan bahwa pelaksanaan revitalisasi di sekolahnya mencakup dua menu kegiatan, dengan sasaran utama perbaikan empat ruang kelas dan dua unit toilet atau WC.

“Yang dikerjakan sekarang ada dua menu. Menu pertama dua ruang kelas yang digandengkan dengan dua WC. Kemudian menu kedua juga dua ruang kelas, tetapi tidak ada tambahan WC,” jelas Hustian saat ditemui di sekolahnya.

Ia menerangkan, pekerjaan terhadap ruang kelas tersebut merupakan rehabilitasi berat, bukan pembangunan gedung baru dari awal. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh karena kondisi beberapa bagian bangunan sudah mengalami kerusakan.

Menurutnya, pekerjaan rehabilitasi mencakup pembongkaran bagian atap, plafon, hingga lantai keramik untuk kemudian diperbaiki agar bangunan dapat kembali digunakan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar.

“Rehabilitasinya termasuk rehab berat karena semuanya dibongkar. Bagian atap, plafon, sampai keramik lantainya juga dibuka,” terangnya.

Hustian mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan revitalisasi, kondisi sejumlah ruang kelas cukup memprihatinkan. Kerusakan pada plafon dan atap menyebabkan air hujan masuk ke dalam ruangan ketika terjadi hujan, sehingga mengganggu kenyamanan guru maupun peserta didik.

Kondisi tersebut, lanjutnya, turut memengaruhi konsentrasi siswa selama mengikuti pelajaran karena ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat belajar justru mengalami kebocoran.

“Selama ini kami tidak terlalu nyaman mengajar karena kondisi ruang kelas. Plafonnya berlubang-lubang. Ketika hujan turun, air juga masuk ke dalam kelas sehingga siswa tidak fokus belajar,” ungkapnya.

Dengan adanya program revitalisasi tersebut, pihak sekolah berharap proses pembelajaran ke depan dapat berlangsung lebih baik, terutama setelah seluruh pekerjaan rehabilitasi selesai dilaksanakan.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan revitalisasi ini. Mudah-mudahan bermanfaat, terutama dalam proses belajar mengajar, sehingga nantinya kegiatan pembelajaran bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Hustian juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Ia berharap pelaksanaan program revitalisasi dapat menghasilkan bangunan sekolah yang lebih berkualitas dan memiliki daya tahan yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas program bantuan ini. Kami berharap hasil pembangunan benar-benar bermanfaat karena sekolah sendiri yang akan menggunakan fasilitas tersebut,” ujarnya.

Meski telah memperoleh bantuan revitalisasi, Hustian mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas di lingkungan SMP Negeri 2 Poli-Polia yang membutuhkan perhatian dan perbaikan lebih lanjut.

Ia berharap pemerintah dapat kembali memberikan dukungan untuk rehabilitasi bangunan sekolah lainnya yang belum tersentuh bantuan pada tahap sekarang.

Selain perbaikan gedung, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian pihak sekolah adalah penataan halaman menggunakan paving block.

Menurutnya, kondisi halaman sekolah saat ini belum memadai. Ketika musim hujan, permukaan tanah menjadi licin, sedangkan saat musim kemarau tanah mengeras sehingga kurang nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas sekolah.

“Salah satu yang paling saya harapkan adalah paving block karena ketika hujan halaman sekolah sangat licin. Sementara saat kemarau seperti sekarang, tanahnya luar biasa keras,” katanya.

Hustian berharap bantuan pembangunan dan penataan lingkungan sekolah dapat terus berlanjut sehingga seluruh fasilitas pendidikan di SMP Negeri 2 Poli-Polia semakin layak digunakan.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) membuat pihak sekolah sulit melakukan rehabilitasi bangunan berskala besar secara mandiri karena anggaran tersebut telah memiliki berbagai peruntukan.

Karena itu, dukungan pemerintah melalui program revitalisasi dinilai sangat membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif bagi guru dan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *