Wakil Bupati Bombana Paparkan Inovasi SAMATO, Permudah Pengurusan Tiga Dokumen Kependudukan Sekaligus
BOMBANA, Prima Nusantara – Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai terobosan inovatif. Salah satunya melalui program SAMATO (Measa Moawa Otolu), sebuah inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dirancang untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi bagi masyarakat dalam memperoleh dokumen kependudukan.
Inovasi tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Perluasan Skala, Replikasi, dan Orientasi Global (KIPP PRO) Tematik Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, Kamis (22/10/2026).
Dalam pemaparannya, Ahmad Yani menguraikan bahwa SAMATO merupakan terobosan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana untuk menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih praktis dan terintegrasi.
Melalui inovasi ini, masyarakat dapat mengurus tiga dokumen penting sekaligus, yakni akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA), dalam satu rangkaian pelayanan tanpa harus melalui proses pengurusan secara terpisah.
Nama SAMATO sendiri berasal dari bahasa Moronene, yang memiliki makna “Satu Dapat Tiga”. Filosofi tersebut mencerminkan semangat Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menyederhanakan prosedur birokrasi sekaligus meningkatkan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.
Tidak hanya mengintegrasikan pengurusan dokumen, inovasi ini juga memanfaatkan teknologi komunikasi melalui layanan pendaftaran awal berbasis WhatsApp. Langkah tersebut diharapkan mampu memangkas waktu pelayanan serta mengurangi kebutuhan masyarakat untuk datang berulang kali ke kantor pelayanan administrasi kependudukan.
Untuk memastikan pemerataan pelayanan, pelaksanaan SAMATO turut didukung jaringan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), sehingga manfaat inovasi dapat menjangkau masyarakat yang bermukim di wilayah daratan hingga kawasan kepulauan Kabupaten Bombana.
Meski demikian, pengembangan inovasi pelayanan publik tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis wilayah, keterbatasan jaringan telekomunikasi, serta ketersediaan pasokan listrik di beberapa lokasi.
Berbagai kendala itu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mendorong penguatan sarana pendukung dan perluasan jangkauan pelayanan agar manfaat SAMATO dapat dirasakan secara lebih merata.
Keikutsertaan Kabupaten Bombana dalam KIPP PRO Tematik 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan inovasi daerah yang berpotensi dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas.
Mengangkat tema “Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran”, kompetisi tersebut menitikberatkan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sejak tahap awal kehidupan.
Melalui SAMATO, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap proses pemenuhan dokumen kependudukan anak dapat berlangsung lebih sederhana, sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan dan memperkuat akses masyarakat terhadap layanan publik.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Bombana dalam membangun sistem pelayanan yang semakin efektif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memastikan setiap anak memperoleh dokumen kependudukan yang diperlukan sejak kelahiran. (Pn)
