Berita PopulerBombana

Wabup Ahmad Yani Buka Mukab III KADIN Bombana, Dorong Pengusaha Lokal Naik Kelas dan Perkuat Investasi

Bombana, Prima Nusantara – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., hadir sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Kabupaten (Mukab) III Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bombana Tahun 2026 di Aula Auditorium Tanduale Kantor Bupati Bombana, Selasa (8/9/2026).

Musyawarah tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi KADIN Bombana sekaligus ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diikuti Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Tya Roisman, SM, unsur Forkopimda Bombana, perwakilan KADIN Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Umum KADIN Kolaka Hj. Febrianti Syafruddin, SH, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para pelaku usaha dan peserta Musyawarah Kabupaten III KADIN Bombana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Muskab III KADIN Bombana diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan program dan langkah nyata yang memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat.

“Musyawarah ini bukan sekadar pembentukan kepengurusan yang baru, tetapi ada manfaat, ada keluaran, ada hasil yang dihasilkan demi kemaslahatan, kesejahteraan, dan taraf kehidupan masyarakat Kabupaten Bombana,” ujarnya.

Menurut Wakil Bupati Ahmad Yani, salah satu visi Pemerintah Kabupaten Bombana adalah mendorong investasi. Oleh karena itu, keberadaan KADIN diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, sehingga investasi yang masuk dapat berjalan sehat dan memberikan manfaat bagi daerah.

Ia juga mendorong pengusaha lokal agar tidak hanya berperan sebagai kontraktor, tetapi meningkatkan kapasitas dan berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu mengambil peluang dari investasi yang tumbuh di daerah.

“Tidak ada salahnya kita berdiskusi bersama dengan pemerintah daerah, bukan lagi hanya menjadi kontraktor, tetapi menjadi pengusaha. Kita harus belajar dari daerah lain yang hari ini sudah banyak pengusahanya yang sukses,” katanya.

Wakil Bupati menegaskan, masuknya investasi ke Bombana harus dibarengi dengan keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal. Menurutnya, tenaga kerja dari luar daerah dapat digunakan untuk posisi yang membutuhkan keahlian tertentu, namun sepanjang masyarakat Bombana memiliki kemampuan, peluang tersebut harus diberikan kepada putra-putri daerah.

Wabup Ahmad Yani juga mengingatkan pentingnya mengembangkan potensi ekonomi yang berkelanjutan, seperti perkebunan, kelautan, dan perikanan. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki prospek jangka panjang karena mengandung sumber daya hayati yang dapat terus dikembangkan.

Ia juga menyampaikan sejumlah permasalahan yang masih perlu mendapat perhatian bersama, termasuk ketersediaan materi untuk pembangunan serta kejelasan data penerimaan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH). Menurutnya, permasalahan tersebut memerlukan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan dunia usaha agar dapat ditemukan solusi yang mendukung pembangunan daerah.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, Sumber Daya Manusia dan Riset KADIN Sultra, Dr. H. Supriadi, SH, MH, Ph.D., yang hadir mewakili KADIN Provinsi Sulawesi Tenggara juga menekankan pentingnya investasi yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan peningkatan kapasitas pengusaha lokal.

Supriadi juga mendorong KADIN menjadi jembatan antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha lokal, termasuk dalam membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke dalam rantai pasok perusahaan-perusahaan besar.

Ia juga mengingatkan agar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) diarahkan pada kegiatan yang berkelanjutan, seperti penguatan kapasitas UMKM, pelatihan, akses permodalan, digitalisasi usaha, penguatan koperasi, serta pengembangan produk lokal. (Pn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *