Berita TerkiniKolaka Timur

Tamalaki Wonua Sorume Resmi Terbentuk di Mowewe, Siap Jaga Marwah Adat dan Budaya

KOLTIM, Prima Nusantara – Organisasi Adat Tamalaki Wonua Sorume (TWS) resmi terbentuk melalui musyawarah yang digelar sejumlah pemuda di Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur. Pembentukan organisasi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat pelestarian adat, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal di wilayah Wonua Sorume.

Musyawarah yang berlangsung penuh semangat kebersamaan itu diawali dengan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sekaligus perumusan visi dan misi organisasi sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Pembahasan AD/ART serta visi dan misi dipimpin oleh Dekri Adriadi bersama sejumlah pendiri organisasi. Seluruh peserta musyawarah secara mufakat menyepakati substansi aturan organisasi yang akan menjadi landasan dalam menjalankan program kerja dan pengembangan TWS.

Setelah pembahasan selesai, forum kemudian menetapkan susunan kepengurusan perdana Tamalaki Wonua Sorume untuk periode 2026–2031. Berdasarkan hasil musyawarah, Ricky Ramdani dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Mansyuri sebagai Wakil Ketua, Pakrulla sebagai Sekretaris, dan Ari Bowo sebagai Bendahara.

Ketua Umum Tamalaki Wonua Sorume, Ricky Ramdani, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya hadir bukan sebagai alat kepentingan kelompok tertentu, melainkan sebagai wadah pemersatu masyarakat adat yang berkomitmen menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Tamalaki Wonua Sorume dibentuk atas semangat persatuan dan kepedulian terhadap warisan adat serta budaya leluhur. Organisasi ini akan menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat yang memiliki komitmen menjaga identitas budaya, mempererat persaudaraan, dan mengedepankan musyawarah dalam setiap langkah organisasi,” ujar Ricky.

Ia menegaskan, TWS akan menjalankan seluruh program secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang selaras dengan hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami ingin membuktikan bahwa organisasi adat mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, melestarikan budaya, membina generasi muda, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan di Kabupaten Kolaka Timur. TWS akan hadir sebagai organisasi yang mengedepankan persatuan, bukan perpecahan, dan menjadi pelopor dalam menjaga marwah adat Wonua Sorume,” tegasnya.

Ricky juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemerintah untuk bersama-sama membangun sinergi demi menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Dengan terbentuknya Tamalaki Wonua Sorume, diharapkan organisasi tersebut mampu menjadi wadah pemersatu masyarakat adat sekaligus motor penggerak pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Kolaka Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *