Kolaka Timur

Tirawonua Raih Gelar Juara Grup D, Tapi Kebutuhan Dasar Pemain Tak Terpenuhi

JAKSEL, Primanusantaranews.com – Tim Tirawonua sukses mengamankan puncak klasemen Grup D setelah mengoleksi 7 poin dari tiga laga, mengungguli POR Uni Bandung (6 poin) dan New Persik 84 Wonogiri (4 poin). Namun, di balik prestasi gemilang itu, tersimpan tantangan berat di luar lapangan yang mengancam kondisi pemain.

Di atas rumput hijau, Tirawonua tampil solid. Sosok Bilal Syailendra menjadi penentu dengan mencetak 3 gol, sementara sang kapten, Zidan, menyumbang 1 gol. Hasil ini mengantarkan mereka ke babak berikutnya, di mana akan berhadapan dengan runner-up Grup C, yaitu perwakilan dari Yogyakarta.

Pelatih Asdar Bundu mengaku bangga dengan semangat dan permainan apik anak asuhnya. Untuk laga mendatang, ia berharap tim bisa lebih agresif.

“Kami akan tetap konsisten dengan strategi total football dan pressing tinggi. Setiap peluang harus dimanfaatkan dengan baik,” tegas Bundu, yang juga berpesan agar kerja sama tim dan ketahanan pertahanan tetap terjaga.

Namun, sorotan dalam rapat tim tidak hanya soal taktik. Ada keprihatinan mendalam yang disampaikan oleh manajemen dan para pemain. Di tengah perjuangan meraih kemenangan, kondisi kebutuhan dasar tim, terutama untuk vitamin dan suplemen pemain, sangat minim.

“Saat ini, kami hanya mengandalkan donasi dari para orang tua pemain untuk memenuhi kebutuhan vitamin. Ini sangat tidak ideal untuk menjaga kondisi fisik dan stamina anak-anak yang harus bertanding keras,” ujar sang pelatih.

Mereka pun melayangkan harapan kepada pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk dapat memberikan perhatian dan bantuan. Dukungan tersebut dinilai krusial agar pemain dapat tampil maksimal tanpa terbebani kekurangan nutrisi, sekaligus mengangkat nama daerah di kancah yang lebih tinggi.

“Kami berjuang untuk mengharumkan nama daerah. Kami harap ada perhatian lebih, tidak hanya sorotan saat menang, tetapi dukungan nyata untuk keberlangsungan tim,” tambah sumber tersebut.

Dengan beban ganda antara mempersiapkan pertandingan krusial dan memenuhi kebutuhan logistik, perjalanan Tirawonua di babak selanjutnya akan menjadi ujian sesungguhnya, baik dari segi teknis maupun daya tahan tim di luar lapangan. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *