Berita PopulerBombana

RIPJPID 2025–2029 Dimatangkan, Wakil Bupati Bombana Tekankan Kolaborasi

KOLTIM, Prima Nusantara – Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat arah pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Pemkab Bombana berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo Kendari dalam pelaksanaan Seminar Akhir Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Kabupaten Bombana Tahun 2025–2029.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (12/12/2025) dan bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bombana. Seminar tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kalangan akademisi, serta perwakilan lembaga terkait lainnya.

Seminar akhir ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., yang juga memberikan arahan sekaligus sambutan kepada seluruh peserta.

Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya dokumen RIPJPID sebagai landasan strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah yang berbasis riset, inovasi, dan data yang terukur.

Ia menegaskan bahwa keberadaan RIPJPID tidak sekadar untuk memenuhi aspek administratif, melainkan menjadi bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) guna mendorong percepatan capaian pembangunan dalam lima tahun ke depan.

“Kita ingin Kabupaten Bombana tumbuh bukan sekadar karena potensi alam, tetapi karena kreativitas, riset, dan kemampuan SDM kita sendiri,” ujar Wakil Bupati.

Lebih jauh, Wakil Bupati Bombana menguraikan tiga sasaran utama yang menjadi fokus dalam penyusunan RIPJPID. Fokus tersebut meliputi penguatan pembangunan berbasis data dan penelitian melalui penataan ekosistem riset dan inovasi daerah, pemanfaatan teknologi tepat guna bagi masyarakat melalui sinergi lintas sektor, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengoptimalkan potensi unggulan daerah.

“Kita ingin masyarakat Bombana memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi inovator, peneliti, dan profesional yang menguasai literasi digital. Saya percaya Bombana tidak bisa maju jika hanya pemerintah yang bekerja. Maka kolaborasi adalah kuncinya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk menjadikan pemajuan IPTEK sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Ia turut menginstruksikan seluruh OPD agar menjadikan RIPJPID sebagai pedoman dalam penyusunan program dan perencanaan pembangunan ke depan.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Yani menyampaikan apresiasi kepada BRIDA Bombana, tim penyusun dari LPPM Universitas Halu Oleo, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan dokumen RIPJPID tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil akhir dokumen RIPJPID 2025–2029 serta diskusi bersama peserta guna menyempurnakan substansi perencanaan. (ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *