Peringati Hari Pahlawan, Sekda Koltim Ajak Pemuda Semangat Pejuang diteruskam
KOLTIM, Prima Nusantara – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di Kompleks Kantor Satpol PP Koltim, Senin (10/11/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Koltim, La Fala, mewakili pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Wakapolres Koltim, Anggota DPRD Koltim, para asisten daerah, staf ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Direktur RSUD, camat lingkup Pemda, serta jajaran unsur Forkopimda Kolaka seperti Dandim 1412 Kolaka, Kejaksaan Negeri Kolaka, Pengadilan Negeri Kolaka, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Koltim. Hadir pula perwakilan Badan Pertanahan Nasional, BPJS, serta Badan Pusat Statistik. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperingati jasa para pahlawan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda La Fala membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia. Dalam amanat itu, Mensos mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengenang jasa para pahlawan yang telah mempersembahkan hidup, tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan disebut sebagai cahaya yang menerangi jalan bangsa menuju kemerdekaan, sekaligus simbol keteguhan dan pengorbanan yang tidak ternilai.
Amanat tersebut menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diraih dengan mudah. Ia lahir dari perjuangan panjang yang dipenuhi kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan para pejuang. Tiga teladan utama dari para pahlawan kembali ditekankan sebagai nilai yang harus diwarisi generasi masa kini.
Pertama, kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi perjuangan, menunggu momentum yang tepat, serta membangun persatuan di tengah berbagai keterbatasan. “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ujar Sekda La Fala saat mengutip amanat Mensos.
Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Para pahlawan disebut tidak berjuang untuk kedudukan ataupun kekuasaan. Bahkan setelah kemerdekaan, mereka kembali kepada masyarakat dan mengabdi dengan tulus. “Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” lanjutnya.
Ketiga, pandangan jauh ke depan demi anak cucu dan generasi penerus bangsa. Perjuangan para pahlawan bukan hanya untuk masa kini, tetapi sebagai bentuk ibadah, doa, dan pengorbanan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Amanat tersebut juga menekankan bahwa perjuangan pada masa sekarang tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, empati sosial, dan pengabdian yang tulus. Nilai-nilai ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan nasional, peningkatan kualitas pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Menutup amanat, Sekda La Fala mengajak seluruh peserta upacara untuk memastikan bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan tidak menjadi sia-sia. Ia menegaskan pentingnya meneruskan semangat perjuangan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, serta melayani masyarakat dengan lebih tulus.
“Pahlawanku Teladanku, terus bergerak melanjutkan perjuangan,” tutupnya. (PN)
