Kolaka Timur

Akibat Kemarau Panjang, Areal Sawah di Mowewe Mulai Alami Kekeringan

KOLTIM, Prima Nusantara – Ancaman gagal panen mulai menghantui petani di Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur, akibat musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan areal persawahan mengalami kekeringan.

Pantauan langsung di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Mowewe memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan. Lahan-lahan sawah mengering dan retak, sementara petani mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengaliri sawah mereka.

Ketua Komisi 2, DPRD Koltim Suprianto saat meninjau langsung sejumlah sawah ini pada Selasa (14/10/2025), mengaku prihatin dan meminta kepada Pemda Koltim dalam hal ini dinas terkait yaitu Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan untuk segera melaporkan ke Plt Bupati meminta pertimbangam dan arahan terkait anggaran penanggulangan bemcana kekeringan, lalu segera melakukan langkah-langkah pencegahan.

“Saya liat, sawah petani terancam gagal panen akibat kekurangan air. Saya meminta kepada dinas terkait, segera mengatensi masalah tersebut. Seperti menurunkan pompa-pompa air elektrik atau pompatenaga surya secepatnya  agar sawah  petani tidak gagal panen,” pinta Suprianto.

Legislator Partai Gerinda ini merinci, terdapat beberapa wilayah di Mowewe ini yang mayoritas kondisi sawahnya petani memprihatinkan. Yakni beberapa hektar sawah milik kelompok tani Desa Sabi-Sabila, Desa Watupute serta Kelurahan Horodopi.

”Saya sempat bertemu salah satu kelompok tani di Mowewe ini, yakni Kelompok Tani Awilolo Pak Ishak, ternyata dia sudah mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Jadi langkah segera dan cepat, dinas terkait dimohon untuk segera turun melakukan langkah antisipasi ini,” pintanya.

Menanggapi temuan lapangan Ketua Komisi 2 DPRD Koltim ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Koltim Ridwan SPi mengaku sudah pernah melakukan langkah antisipasi dan bisa diatas. Sedang untuk kondisi terkini ia berjanji akan segera mengecek dan mengambil langkah-langkah segera.

“Terimakasih atas permintaan dan masukan dari legislator kita, kami akan segera mengecek kondisi rill dilapangan. Kami juga perlu sampaikan, beberapa waktu lalu memang ada juga beberapa yang mengalami gejala kekeringan tapi bisa kami atasi,” ucap Ridwan. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *