Kolaka Timur

Jaga Stabilitas Harga, Pemda Koltim Distribusikan 19,7 Ton Beras SPHP ke 12 Kecamatan

KOLTIM, Prima Nusantara – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim) bersama Perum Bulog kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan pokok masyarakat dengan menyalurkan 19,7 ton beras melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini digelar sebagai langkah nyata untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.

Penyaluran beras dilakukan sejak Sabtu (29/8/2025) dan secara bertahap menjangkau 12 kecamatan di wilayah Koltim. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia. Hal ini menandakan bahwa upaya stabilisasi harga pangan menjadi prioritas bersama dalam menghadapi dinamika ekonomi yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Koltim, Hasbi Rianto, S.Sos., menjelaskan secara rinci bahwa setiap kecamatan menerima alokasi sebanyak 2 ton beras. Jumlah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus menjaga ketersediaan pangan di pasar agar harga tetap stabil. Menurutnya, distribusi ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.

“Beras yang disalurkan adalah beras SPHP dari Bulog. Penyaluran sudah dimulai sejak minggu lalu, dengan jatah dua ton untuk masing-masing kecamatan,” ungkap Hasbi saat ditemui, Senin (1/9/2025).

Lebih lanjut, Hasbi memaparkan bahwa Bulog menyiapkan lebih dari 19 ribu karung beras kemasan 5 kilogram untuk disalurkan kepada masyarakat Koltim. Harga dasar dari Bulog sendiri dipatok sebesar Rp55 ribu per karung. Namun dalam praktiknya, masyarakat mendapatkannya dengan harga Rp60 ribu per karung karena ada tambahan biaya transportasi dan operasional.

“Selisih Rp5 ribu itu digunakan untuk ongkos angkut, upah buruh, konsumsi tim distribusi, bahan bakar, hingga kebutuhan logistik lainnya. Jadi bukan mark-up, melainkan biaya riil di lapangan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa program ini bersifat subsidi dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat. Tidak ada perbedaan atau klasifikasi antara warga yang tergolong mampu maupun kurang mampu, karena tujuan utama dari GPM adalah menjaga kestabilan harga agar tetap terjangkau oleh semua kalangan.

“Semua masyarakat berhak membeli. Prinsipnya menjaga kestabilan harga pangan agar tetap terjangkau,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemda Koltim juga menggandeng aparat TNI-Polri serta perangkat kecamatan di setiap wilayah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa distribusi beras berjalan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran. Dengan adanya pengawasan tersebut, diharapkan tidak ada kendala berarti di lapangan, baik terkait keamanan maupun potensi penyalahgunaan distribusi.

Selain menjaga harga tetap stabil, program GPM ini juga diharapkan mampu membantu pelaku usaha kecil seperti pedagang pasar yang kerap terdampak fluktuasi harga bahan pokok. Ketersediaan beras dengan harga lebih murah memberi kepastian usaha sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.

Hasbi menutup keterangannya dengan menyampaikan bahwa program ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Kolaka Timur, Yosep Sahaka. Menurutnya, perhatian pimpinan daerah menjadi motivasi kuat bagi jajaran pelaksana untuk menyalurkan beras dengan sebaik-baiknya. Ia pun berharap bantuan ini benar-benar digunakan masyarakat sesuai kebutuhan.

“Harapan kami, beras ini dikonsumsi dengan bijak. Pemerintah akan terus mengevaluasi agar program seperti ini bisa berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya.

Dengan adanya GPM, pemerintah daerah optimis mampu menekan gejolak harga beras di pasaran serta menjaga stabilitas pangan di Koltim. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi global. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *