Berita TerkiniKendari

Sinergi ASR-Hugua dan Pusat, Pondasi Kuat untuk Pembangunan Sultra

KENDARI, Prima Nusantara – Ardan Setyadi Kader muda Partai Gerindra yang juga sebagai Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sultra turut memberikan apresiasi Ekspos 100 hari kerja Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Ir. Hugua, Pada 10 Juni 2025.

Ekspos ini kata Ardan, di tengah sorotan publik terhadap kinerja awal kepemimpinan daerah, menjadi platform penting untuk tidak hanya menunjukkan realisasi janji politik, tetapi juga mengindikasikan potensi sinergi dengan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kinerja 100 hari kerja ASR-Hugua di Sulawesi Tenggara menunjukkan fondasi yang kuat dan terarah untuk pembangunan daerah, yang berpotensi besar untuk disinkronkan dengan visi dan program pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto,”Ungkapnya.

Kata Ardan, Fokus ASR-Hugua pada empat sektor prioritas yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan agromaritim, secara inheren memiliki keselarasan dengan agenda nasional yang kerap ditekankan oleh pemerintahan pusat, terutama terkait pemerataan pembangunan, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas SDM.

Menurutnya Ada beberapa poin yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat yang kemudian mampu di adopsi kedaerah melalui pemerintahan ASR-HUGUA, Diantaranya adalah :

Infrastruktur dan Konektivitas :

Program JAMAAH (pembangunan dan rehabilitasi jalan antarwilayah) serta pembangunan Terminal Tipe B dan dermaga oleh ASR-Hugua sangat relevan dengan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Presiden Prabowo kerap menekankan pentingnya infrastruktur sebagai urat nadi ekonomi. Sinergi di sini bisa berupa alokasi anggaran dari APBN untuk proyek-proyek jalan strategis provinsi, percepatan perizinan, atau dukungan teknis dari Kementerian PUPR.

Target 95% jalan provinsi mantap pada 2030 : Ini adalah target ambisius yang memerlukan dukungan pusat. Jika pemerintah pusat dapat melihat bahwa Sultra memiliki rencana yang matang, dukungan dana perimbangan atau DAK dapat ditingkatkan.

Ketahanan Pangan dan Agromaritim :

Pencetakan sawah baru, gerakan pangan murah, dan pasar tani oleh ASR-Hugua sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas utama Prabowo Subianto. Ini adalah area di mana sinergi dapat sangat kuat, melalui program pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian, atau bahkan investasi BUMN Pangan di Sultra.

Pengembangan kebijakan ekonomi biru dan penguatan TPI: Ini selaras dengan visi pemerintah pusat untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia. Sultra, dengan wilayah pesisir yang luas, bisa menjadi pilot project untuk program-program ekonomi biru berskala nasional.

Kualitas SDM (Pendidikan dan Kesehatan) :

Program Penggaris, beasiswa daerah, sekolah unggulan, dan revitalisasi asrama pelajar oleh ASR-Hugua mendukung peningkatan SDM dari hulu. Ini dapat disinkronkan dengan program beasiswa nasional (misalnya LPDP untuk tingkat lanjut), program revitalisasi sekolah, atau peningkatan standar kurikulum dari Kementerian Pendidikan.

Sektor Kesehatan (Operasi Aneurisma, SHS, Pembangunan RS) :

Kehadiran Menteri Kesehatan RI dalam peletakan batu pertama pembangunan RS di Buton Tengah, Konawe Kepulauan, dan Kolaka Timur adalah bukti konkret awal sinergi ini. Dukungan pemerintah pusat dapat terus mengalir dalam bentuk pengadaan alat kesehatan, tenaga medis spesialis, atau perluasan cakupan BPJS Kesehatan yang terintegrasi dengan SHS.

Pemberdayaan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi :

Program MANTU (modal usaha untuk ibu-ibu) adalah inisiatif lokal yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah (terlihat dari inflasi April 2025 yang rendah). Jika program ini dapat diintegrasikan dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau program pemberdayaan UMKM nasional, dampaknya akan semakin luas.

Reformasi Birokrasi:

Penguatan integritas birokrasi melalui pakta integritas dan manajemen talenta ASN oleh ASR-Hugua sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan efisien. Dukungan dapat berupa program pelatihan bersama, pertukaran best practices, atau pengawasan terpadu.

Sebagai Kesimpulan awal ucap, Ardan setyadi yang juga sebagai Tenaga Ahli Fraksi DPRD PROVINSI SULTRA ini menutup keteranganya dengan menyampaikan bahwa, capaian 100 hari ASR-Hugua bukan sekadar daftar program, melainkan cetak biru awal yang prospektif untuk pembangunan Sultra.

Keselarasan program-program ini dengan agenda nasional Prabowo Subianto menjadi modalitas besar untuk menarik dukungan dan investasi dari pemerintah pusat. Kuncinya terletak pada komunikasi yang intensif, penyusunan proposal yang solid, dan kemampuan eksekusi yang transparan oleh Pemprov Sultra.

Dengan sinergi yang optimal, cita-cita pembangunan Sultra yang adil, berkelanjutan, dan berdaya saing akan semakin cepat terwujud, membawa dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat. (PN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *