Pembangunan RSUD Koltim Terus Berjalan, Pemasangan Tiang Pancang di Proyeksikan Bulan Juni Tuntas
KOLTIM, Prima Nusantara – Pembangunan Mega proyek Rumah Sakit tipe C Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menelan anggaran 175 Milyar tersebut sudah di tahap pemasangan tiang pancang yang di proyeksikan akan selesai pada bulan Juni ini 2025 ini.
Pemasangan tiang pancang yang di proyeksikan selesai di bulan Juni ini. Hal tersebut sampaikan langsung PPK pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Ageng Dermanto saat di wawancara Bumi Sultra.com di ruangannya, Selasa (03/06).
Dalam proses pemasangan tiang pancang tidaklah semudah membalikan tangan, untuk mendapatkan kualitas beton yang baik tentu melalui berbagai proses misalnya umur beton harus di ketahui sampai berapa hari sebelum di tancapkan.
Menurut Ageng pembangunan Rumah Sakit ini dalam proses pemancangan , terakhir ini dari 317 titik pancang kita sudah memancang 108 titik.
“Tapi sudah ada lagi pancang stanby stok kurang lebih 50 tiang lagi, sebenarnya kecepatan memancangnya kita saat ini sekitar 15 batang per hari, cuman kita efektipkan saja dengan kondisi cuaca,” ungkapnya
Ditambahkanya, sambil mengerjakan tiang pancang kami juga lagi kerja pembungkus beton untuk menyatukan struktur kolom sama tiang pancang.
“Nah tergetnya juga sementara di kerja sekarang, kemarin lagi trayell betonya kita lagi coba kualitasnya, di jalan masuknya sudah bisa di injak bagus kualitasnya, dan dalam waktu dekat pengecoran akan lalu lalang,”bebernya
Kata Ageng, tiang pancang dalam pemasangannya begitu datang tidak langsung di tumbuk, itu ada waktu matangnya sekitar 21 hari .
“Jadi dalam pemasangannya begitu tiba betonya kita menunggu satu Minggu, kalau bagus umur betonya dari sana bisa 3 atau 4 hari bisa di tumbuk, jadi umur betonya harus 21 hari baru bisa tancap, bila kurang dari 21 hari kita hantam pecah, namun untuk proyeksi target kita di bulan 6 ini tuntas,”tegasnya
“Jadi di bulan 6 ini juga sudah bisa kami targetkan mulai naik dari tiang ke kolom. Besi saat ini dalam proses mengangsur sebanyak 22 kontainer besi dari jakarta yang tersertifikasi, 22 buah kontainer sudah masuk sebagian di angsur, pemasangan besinya sudah selesai sisa kami cor,”terangnya.
Menurut Ageng, untuk pekerjaan strukturnya bobotnya itu kurang lebih 30%, dan saat ini kita berada di 5%, tapi barang non site kami tidak hitung, barang material kami tidak hitung alasannya agar menjadi dorongan juga buat kontraktor dilihat masih kecil progresnya supaya dipercepat.
Menjawab pertanyaan publik kenapa tidak di lemburkan, menurut Ageng untuk pekerjaan struktur ini adalah tahap paling rawan, tidak bisa di paksa lembur, kapan di paksa lembur berarti kita paksa kerjanya tiang pancang yang belum umurnya.
“Kita harus menunggu, kami tidak bisa langsung naik sebelum tiang pancang di selesaikan, kita selesaikan dulu tiang pancang begitu selesai kita masuk pengecoran lalu berikutnya. Untuk tiang pancang yang paling dalam 16 meter, sementara dari segi struktur tanahnya sendiri bagus dan keras,” Ujarnya.
Di kesempatan wawancara tersebut Ageng PPK yang di perbantukan di pembangunan Rumah Sakit menjelaskan, dari 12 rumah sakit seluruh Indonesia, Koltim itu rata rata 9 sampai 18 kedalaman tiang pancang , di beberapa tempat lokasi pembangunan RS ada yang 56 kedalamannya, kalau Koltim itu normal kedalamannya tiang pancangnya. Dari 12 Rumah Sakit yang di bangun di Indonesia Koltim yang paling cepat progresnya
” Untuk pembangunan RS ini di 4 Kabupaten Baik Koltim, Butur, Buteng dan Konkep di pantau langsung Provinsi dan pusat, bahkan setiap hari Minggu kami zoom dengan Gubernur untuk memantau langsung progresnya, kemudian Sabtu kita zoom dengan kementrian,” tutupnya. (PN)
