Bombana Ekspor Perdana 63 Ton Ubur-Ubur ke Shanghai, Bupati: Tonggak Baru Ekonomi Daerah
BOMBANA, Prima Nusantara – Potensi hasil laut Kabupaten Bombana mulai merambah pasar internasional. Hal itu ditandai dengan pelepasan ekspor perdana sebanyak 63 ton ubur-ubur (Rhopilema spp) ke Shanghai, Tiongkok, yang dilakukan Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., Senin (5/10/2026).
Prosesi pelepasan ekspor berlangsung di Pelataran Kantor Bupati Bombana dengan menggandeng PT Triko Bina Nusantara. Komoditas ubur-ubur yang dikirim tersebut berasal dari Kelurahan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur.
Dalam pengiriman perdana itu, sebanyak 2.520 koli atau setara 63.000 kilogram ubur-ubur diberangkatkan menuju pasar Tiongkok. Nilai komoditas yang diekspor tersebut mencapai Rp. 302,4 juta.
Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin mengatakan, ekspor tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah. Menurutnya, potensi hasil laut Bombana memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
“hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi perekonomian Kabupaten Bombana, khususnya di sektor kelautan dan kelautan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, kegiatan ekspor tersebut diharapkan tidak sekadar meningkatkan aktivitas perdagangan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Salah satunya melalui terbukanya lapangan pekerjaan serta peningkatan pendapatan nelayan.
“Langkah ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi yang terpenting adalah membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan lokal di Bombana,” katanya.
Burhanuddin juga mengingatkan agar kualitas komoditas perikanan yang akan dipasarkan ke luar negeri tetap menjadi perhatian utama. Pemenuhan standar mutu, ketentuan karantina ikan hingga aspek higienitas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan pasar internasional.
Menurutnya, keberhasilan ekspor perdana ini harus diikuti dengan keberlanjutan produksi. Karena itu, Dinas Perikanan bersama instansi terkait diminta terus melakukan pembinaan kepada nelayan, termasuk memastikan kelestarian ekosistem laut serta menjaga kualitas dan ketersediaan ubur-ubur.
“Saya berharap momentum pelepasan ekspor perdana ini menjadi pemantik awal. Ini bukan akhir, melainkan awal dari hubungan dagang yang berkelanjutan,” tuturnya.
Pemkab Bombana, lanjutnya, akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui dukungan terhadap investasi dan regulasi yang dapat menunjang aktivitas ekonomi daerah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat nelayan diharapkan mampu membuka peluang baru bagi komoditas unggulan Bombana untuk masuk ke pasar internasional.
Ekspor ubur-ubur ke Shanghai tersebut sekaligus menjadi langkah awal dalam memperluas pasar hasil perikanan Bombana. Pemerintah daerah berharap keberhasilan pengiriman perdana ini dapat menjadi pemicu bagi pengembangan komoditas kelautan lainnya sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan daerah. (Pn)
